Minggu, 14 November 2010

Tiga Hujan Meteor Hingga Desember

Posted by Nisa Ulkhairia | Minggu, 14 November 2010 | Category: |

Setiap bulan, mulai Oktober hingga Desember mendatang, bersiaplah menyaksikan lontaran bintang jatuh. Tiga hujan besar meteor akan turun dan bisa disaksikan mulai tengah malam dengan mata telanjang.

Pada bulan ini, hujan meteor Orionid akan mencapai puncaknya pada 21 Oktober. Lontaran bintang jatuh dari rasi bintang Orion tersebut mencapai 20-40 kali setiap jam. “Waktu terbaik melihatnya jika cuaca cerah selepas tengah malam hingga subuh,” kata peneliti senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Selasa (19/10/2010).



Saat tengah malam, rasi bintang Orion tepat berada di atas kepala dan bergerak ke arah barat menjelang pagi. “Tapi melihatnya tetap harus tengadah karena posisinya masih tinggi,” ujarnya.

Hujan meteor Orionid berasal dari sisa debu komet Halley yang masuk ketika bumi melintasinya. Selain langit mendung atau hujan, halangan untuk menyaksikan hujan meteor Leonid adalah cahaya bulan yang mulai memasuki fase purnama pada 23 Oktober.

Tapi jangan khawatir, peristiwa alam serupa berikutnya bakal berlanjut. Pada bulan November, giliran hujan meteor Leonid yang akan turun hingga belasan kali per jam saat masa puncak pada 17-18 November. Waktu terbaik melihatnya juga selepas tengah malam, sama seperti hujan meteor Orionid.

Menurut Djamaluddin, meteor Leonid berasal dari debu komet Temple-Tuttle. Pada kurun 1998 hingga 2002, jatuhnya meteor itu tidak lagi disebut hujan melainkan badai karena debu antariksanya sangat banyak yang terlepas dan jatuh ke bumi. “Tapi sekarang sudah makin berkurang,” ujarnya.

Pada akhir tahun nanti, curah hujan meteor bakal semakin deras. Hujan meteor Geminid, kata Djamaluddin, akan turun hingga 100 kali per jam pada masa puncak yang berlangsung pada 12-13 Desember. Meteor tersebut berasal dari debu antariksa yang dibawa bekas meteor. “Sekarang jadi asteroid Phaton,” ujarnya.

Ketiga hujan meteor yang rutin terjadi setiap tahun tersebut tidak membahayakan bumi. Ukuran meteor yang masuk, kata dia, sangat kecil sehingga mudah dan cepat habis terbakar atmosfir. “Kecuali jika ada meteor sporadis yang jatuh di luar hujan meteor itu,” katanya.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Currently have 0 komentar:


Leave a Reply